|
Salah Satu Pakaian Adat Kabupaten Belu


Mailbox
|

|
~ Tugu
Selamat Datang ~ |
|
Merupakan monumen
atau tugu sebagai sapaan / salam hangat dari masyarakat Belu kepada
para pendatang dari arah Kupang. Tugu ini terletak di Jalan Soekarno,
tepatnya
± 200 m
sebelah Selatan pusat Kota Atambua. |

Merupakan
semboyan masyarakat Belu dalam rangka mewujudkan cita-cita dan
harapan menuju Belu yang sejahtera, nyaman, aman dan mempesona serta
bersahabat. Arti semboyan di atas kurang lebih demikian :
Dengan semangat persaudaraan kita membangun
masyarakat Belu menuju tercapainya kesejahteraan lahir batin yang
serasi dan seimbang.
Cita-cita, kemauan ataupun harapan masyarakat Belu untuk membangun
Rai Belu (tanah Belu) menuju kesejahteraan lahir dan batin, tentunya
membutuhkan suatu usaha keras dari semua unsur elemen masyarakat
yang tidak dibatasi oleh status jabatan ataupun status sosial
lainnya. Dalam ungkapan di atas tersirat usaha keras, peras keringat
kalau perlu meneteskan darah dari masyarakat Belu untuk bersama-sama
mewujudkan harapan yang diidam-idamkan.
Sarwisu Nu Ata, Ha Nu Nain (
bekerja seperti hamba, makan seperti raja ).
Semangat etos kerja yang kuat dan kemauan
yang keras dalam menggapai cita-cita.
Belu, dalam bahasa Tetun berarti sahabat atau
teman, melandasi cita-cita masyarakat Belu untuk membangun Rai Belu
dengan rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan tanpa dibatasi
sekat-sekat keanekaragaman yang ada, baik suku, agama maupun yang
lainnya. Tanpa persatuan dan persaudaraan, cita-cita untuk
mewujudkan Belu Sejahtera akan terhambat.
Suatu semboyan yang sangat indah dan sarat makna,
sarat dengan semangat juang, sarat dengan rasa persaudaraan. Dan
akan lebih indah lagi jika semboyan tersebut tidak muncul dalam
permukaan bibir saja, namun pengejawantahan semboyan tersebut yang
perlu dibuktikan.

Sumber :
1. dr. Servatius Muti Pareira, MPH (Mantan Bupati Belu)
2. Buku Getar-Getar Makna, Florenz Maxi Un Bria, Yayasan
Citra Insan Pembaru,
Kupang, 1998 |
|

|
Ada kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Belu selama bergabung
meramaikan kancah internet sejak 4 tahun yang lalu, yaitu Kabupaten
Belu yang menurut anggapan orang luar merupakan daerah yang
terbelakang ternyata mampu menunjukkan diri dan memperkenalkan
dirinya kepada dunia melalui media yang sarat dengan teknologi masa
depan, internet.
Harus diakui bahwa semenjak bergabung
dengan dunia maya tersebut manfaat dan dampaknya belum dapat
dirasakan secara riil oleh masyarakat Kabupaten Belu. Namun demikian
sejak Kantor Cabang Telkom Atambua membuka server untuk akses ke
internet melalui Telkomnet Instant pertengahan tahun 2004 yang lalu,
secara otomatis akan berdampak pada kehidupan masyrakat Belu, karena
biaya untuk mengakses internet tidak akan mahal lagi.
Hal inilah yang
membuat kami terus berbenah dan berbenah untuk dapat menampilkan "sosok"
Kabupaten Belu yang cantik dan menarik. Dan pada tahun ke 4 ini, Kabupaten
Belu mencoba untuk mulai membuka diri dan lebih komunikatif dengan
melibatkan para netter di penjuru dunia untuk turut serta mendandani web
site Kabupaten Belu, yaitu kami menerima artikel tentang
peninggalan-peninggalan budaya nenek moyang Kabupaten Belu (upacara
tradisi/adat istiadat,tempat bersejarah, legenda, dll), artikel tentang
tempat-tempat wisata yang menarik di Kabupaten Belu, dan lain sebagainya.
Agar di tahun mendatang situs terus berkembang dan
bertambah isinya.
Akhirnya, tiada
kata yang dapat kami sampaikan selain ucapan TERIMA KASIH kepada semua
yang terllibat dan turut serta dalam memajukan Kabupaten Belu.
|
|