Bupati Belu
Drs. Joachim Lopez
Wakil Bupati Belu
drg. Gregorius Mau Bili F. DDPH


Salah Satu Pakaian Adat Kabupaten Belu

 


Mailbox
 

Perlu di kunjungi :


MPR R.I.

DPR R.I.

Pemerintah R.I.

Indonesia

Indonesia One

Indonesia Elga

Sejarah Indonesia

Info Indonesia

Indonesia Wisata

Depdagri

Pusat Statistik

KPU

 

 



 

~ Tugu Selamat Datang ~

Merupakan monumen atau tugu sebagai sapaan / salam hangat dari masyarakat Belu kepada para pendatang dari arah Kupang. Tugu ini terletak di Jalan Soekarno, tepatnya ± 200 m sebelah Selatan pusat Kota Atambua.

 

     Merupakan semboyan masyarakat Belu dalam rangka mewujudkan cita-cita dan harapan menuju Belu yang sejahtera, nyaman, aman dan mempesona serta bersahabat. Arti semboyan di atas kurang lebih demikian : Dengan semangat persaudaraan kita membangun masyarakat Belu menuju tercapainya kesejahteraan lahir batin yang serasi dan seimbang.

       Cita-cita, kemauan ataupun harapan masyarakat Belu untuk membangun Rai Belu (tanah Belu) menuju kesejahteraan lahir dan batin, tentunya membutuhkan suatu usaha keras dari semua unsur elemen masyarakat yang tidak dibatasi oleh status jabatan ataupun status sosial lainnya. Dalam ungkapan di atas tersirat usaha keras, peras keringat kalau perlu meneteskan darah dari masyarakat Belu untuk bersama-sama mewujudkan harapan yang diidam-idamkan. Sarwisu Nu Ata, Ha Nu Nain ( bekerja seperti hamba, makan seperti raja ). Semangat etos kerja yang kuat dan kemauan yang keras dalam menggapai cita-cita.

      Belu, dalam bahasa Tetun berarti sahabat atau teman, melandasi cita-cita masyarakat Belu untuk membangun Rai Belu dengan rasa kebersamaan dan rasa persaudaraan tanpa dibatasi sekat-sekat keanekaragaman yang ada, baik suku, agama maupun yang lainnya.  Tanpa persatuan dan persaudaraan, cita-cita untuk mewujudkan Belu Sejahtera akan terhambat.

      Suatu semboyan yang sangat indah dan sarat makna, sarat dengan semangat juang, sarat dengan rasa persaudaraan. Dan akan lebih indah lagi jika semboyan tersebut tidak muncul dalam permukaan bibir saja, namun pengejawantahan semboyan tersebut yang perlu dibuktikan.

Sumber :
1.  dr. Servatius Muti Pareira, MPH  (Mantan Bupati Belu)
2.  Buku Getar-Getar Makna, Florenz Maxi Un Bria,  Yayasan Citra Insan Pembaru,
     Kupang, 1998

 


 

Copyright © 2004  by
Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE)
Kabupaten Belu
Email : pde@atambua-ntt.go.id

 


 

       Ada kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Belu selama bergabung meramaikan kancah internet sejak 4 tahun yang lalu, yaitu Kabupaten Belu yang menurut anggapan orang luar merupakan daerah yang terbelakang ternyata mampu menunjukkan diri dan memperkenalkan dirinya kepada dunia melalui media yang sarat dengan teknologi masa depan, internet.

       Harus diakui bahwa semenjak bergabung dengan dunia maya tersebut manfaat dan dampaknya belum dapat dirasakan secara riil oleh masyarakat Kabupaten Belu. Namun demikian sejak Kantor Cabang Telkom Atambua membuka server untuk akses ke internet melalui Telkomnet Instant pertengahan tahun 2004 yang lalu, secara otomatis akan berdampak pada kehidupan masyrakat Belu, karena biaya untuk mengakses internet tidak akan mahal lagi.

       Hal inilah yang membuat kami terus berbenah dan berbenah untuk dapat menampilkan "sosok" Kabupaten Belu yang cantik dan menarik. Dan pada tahun ke 4 ini, Kabupaten Belu mencoba untuk mulai membuka diri dan lebih komunikatif dengan melibatkan para netter di penjuru dunia untuk turut serta mendandani web site Kabupaten Belu, yaitu kami menerima artikel tentang peninggalan-peninggalan budaya nenek moyang Kabupaten Belu (upacara tradisi/adat istiadat,tempat bersejarah, legenda, dll), artikel tentang tempat-tempat wisata yang menarik di Kabupaten Belu, dan lain sebagainya. Agar di tahun mendatang situs terus berkembang dan bertambah isinya.

        Akhirnya, tiada kata yang dapat kami sampaikan selain ucapan TERIMA KASIH kepada semua yang terllibat dan turut serta dalam memajukan Kabupaten Belu.