Bupati Belu
Drs. Joachim Lopez
Wakil Bupati Belu
drg. Gregorius Mau Bili F. DDPH


Salah Satu Pakaian Adat Kabupaten Belu


 


Mailbox
 

Perlu di kunjungi :


MPR R.I.

DPR R.I.

Pemerintah R.I.

Indonesia

Indonesia One

Indonesia Elga

Sejarah Indonesia

Info Indonesia

Indonesia Wisata

Depdagri

Pusat Statistik

KPU

 

 

 

   Tradisi & Budaya


Ksadan Takirin


Bagian dari prosesi Ksadan Takirin

     Ksadan merupakan peninggalan nenek moyang Kabupaten Belu yaitu sebuah tempat persidangan para raja tempo dulu yang berdiri di sebuah bukit kecil di Lereng Gunung Lakaan, Takirin, Tasifeto Timur. Untuk sampai ke lokasi tidak terlalu membutuhkan waktu yang lama, karena jarak dari pusat kota Belu hanya 14 km dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun roda empat. Selain dapat menyaksikan peninggalan para raja, pemandangan dari bukit ini amat indah. 
         Untuk menuju lokasi dapat diantar oleh pemandu jalan/juru kunci. Untuk memasuki Ksadan, terlebih dahulu juru kunci membuat sajian diikuti dengan pembacaan mantra. Kemudian juru kunci akan memberitahukan waktu yang tepat untuk masuk Ksadan. Pertama kali masuk Ksadan akan menjumpai sebuah bangunan lempengan- lempengan batu berwana hitam yang disusun setinggi satu meter. Di bagian atas bangunan tersebut terdapat sepasang batu, yang satu menyerupai bola dan satunya menyerupai telur, sebgai gambaran sumber kehidupan yang selalu berpasangan. Bangunan ini diberi nama Uru Datok Knuk Datok. Ditengah-tengah bangunan ini terdapat Nawa Ruas Au Fatuk, sebuah batu seperti kuali yang sengaja dipajang untuk menyimpan kepala musuh yang tewas dalam peperangan melawan kerajaan Fehalaran. Di tempat ini juga dibuat sesajian kepada Dewata.
       Memasuki gerbang agung terlihat Ksadan Mane yang terdiri dari  tiga buah lempengan batu hitan yang ditata seperti tungku, melambangkan keagungan Tuhan dan sumber kekuatan kerajaan. Menurut cerita, batu tersebut merupakan tempat duduk Meo (para panglima perang)  dari tiga kerajaan kecil yakni Tohe, Aitoun, dan Asumanu yang masuk dalam wilayah kerajaan Fehalaran. Di sini juga tempat makam raja-raja pertama Kerajaan Fehalaran yaitu Mauk Troi Nurak dan Mauk Troi Tuan. Dari tempat ini pengunjung dapat langsung menuju ke Ksadan Utama yaitu  Ksadan Halimodok.
       Selain itu pengunjung dapat menyaksikan tempat duduk wali wilayah dari kerajaan-kerajaan kecil, singgasana penguasa kerajaan, dan benda-benda lain yang kesemuanya terbuat dari batu-batuan yang ditata sedemikian rupa sehingga menimbulkan kesan yang asri.

(Sumber : Usman D. Ganggang, tulisan ini pernah dimuat dalam majalah Indonesia Indah No. 44/1993)



 


 

Copyright © 2004  by
Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE)
Kabupaten Belu
Email : pde@atambua-ntt.go.id

 
 
   

Tabel Data Geografi
Data Penduduk
- Kepadatan Penduduk
- Menurut Jenis Kelamin
- Menurut Warga Negara
- Menurut Status Nikah
- Menurut Gol. Umur
- Menurut Pekerjaan
- Pencari Pekerjaan
- Tamatan Tenaga Kerja
Data Sosial
- Pemeluk Agama
- Tempat Ibadah
- Data Fakir Miskin
- Penyandang Cacat
Data Kesehatan
- Sarana Kesehatan
- Tenaga Kesehatan
- Banyaknya Penyakit
- Jumlah Akseptor KB
Data Pendidikan
- Pendidikan Terakhir
- Sekolah, Guru, Murid
Data Transportasi
- Banyaknya Kendaraan
- Data Mobil/Bus Trayek
- Data Mobil Barang
- Data Penumpang Kapal
- Bongkar Muat Kapal
- Penumpang Pesawat
- Bongkar Muat Pesawat
Data Kehutanan
- Luas Kawasan Hutan
- Produksi Kayu
Data Perindustrian
- Jumlah Perusahaan
- Pekerja Industri
- Industri / Investasi
Tabel Data Pertanian
Tabel Data Perkebunan
Tabel Data Peternakan